Wisata Alam dan Relegi di Darmaloka Kuningan Jawa Barat

Ketika sebagian warga ibukota mengalami kesulitan memperoleh air bersih karena tanggul kali Malang jebol beberapa waktu lalu, sebuah fakta yang sungguh berbeda dapat ditemui ketika warga di desa Darma Kuningan Jawa Barat hidup dengan air yang melimpah ruah sejak dulu kala. Sebuah desa yang terletak kurang lebih 13,5 km selatan kota Kuningan. Di desa ini dijumpai obyek wisata yang dikenal dengan Balong Kramat Darmaloka.

Penduduk setempat berkisah Balong atau kolam Keramat Darmaloka merupakan bekas peninggalan zaman Walisanga dalam rangka penyebaran agama Islam ratusan tahun yang lalu. Sebuah tulisan yang diterbitkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan menyebutkan bahwa pada masa penyebaran agama Islam masa lalu para wali menugaskan pembantu-pembantunya antara lain Syekh Rama Haji Irengan dan Syekh Rama Gusti dari Cirebon untuk menyebarluaskan agama Islam di wilayah Ciamis dan Majalengka yang umumnya memeluk agama Hindu atau Budha.

Untuk menggalang pengaruh agama Hindu dari kerajaan Galuh Ciamis, maka Syekh Rama Haji Irengan membuat pos penjagaan di daerah Panjalu Ciamis dan untuk menggalang pengaruh agama Hindu dari kerajaan Raja Galuh (Majalengka) maka dibuatkan pos penjagaan di daerah Sanghiang.

Darma merupakan pusat penyebaran agama Islam di Kabupaten Kuningan, maka untuk keperluan itu dibuatkan semacam kolam yang disebut balong Keramat Darmaloka. Berkat kesaktian-kesaktian beliau karomah dari Tuhan YME, pembuatan balong tersebut dapat diselesaikan dalam satu malam yang membentuk lafad Muhammad. Selanjutnya kolam tersebut dinamai ikan Kancra Bodas,

Balong Keramat Darmaloka itu sendiri sebetulnya terdiri atas beberapa bagian yaitu Balong Ageung, Balong Bangsal, Balong Beunteur, Bale Kambang dan Sumber Air Cibinuang. Balong Kramat Darmaloka juga dihuni oleh ikan Kancra Bodas.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, konon di kolam tersebut terdapat pula seekor ikan Ajaib yang terdiri dari kepala dan ekomya dengan rangka diri yang masih utuh. Ikan Ajaib itu bisa hidup bebas berkeliaran di kolam seperti ikan lainnya, namun ikan tersebut hanya dapat dilihat sewaktu-waktu oleh pengunjung atau siapa saja yang akan bernasib baik atau cita-cita yang terkabul.

Nama asal Darmaloka adalah Darulmai; yang artinya nagara cai atau tempat sumber air, karena sebagian besar daerah Kabupaten Kuningan sumber aimya dari Darma bahkan ada istilah Cisandane nunjang ngalor dan Cikaliwung nunjang ngidul. Darulmai negara cai ini menandakan bahwa daerah Darma banyak terdapat sumber air hingga daerah Darma bisa memberikan kesuburan kepada manusia, hewan dan tanaman untuk sebagian besar daerah Kuningan bahkan sampai ke daerah Cirebon.

infopublik/ agus s budiawanKarenanya tak aneh bila masyarakat desa Darma merasa tak pernah mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Dari sumbernya yang tak pernah kering ratusan warga memasang pipa-pipa untuk mengalirkan air ke rumah masing-masing. “Ada empat ratusan pipa yang dipasang dari sumber air disini” kata Zaenal (45) yang ditemui sedang memperbaiki pipa air ke rumahnya yang bocor. Ada yang langsung dipasang ke rumah, ada yang dikumpulkan dalam tandon besar untuk kemudian disalurkan keberapa rumah, jelas Zaenal.

Darmaloka, adalah salah satu obyek wisata di antara banyak obyek wisata yang dapat ditemui di kawasan antara Cirebon dan Kuningan. Pengunjung tinggal memilih banyak obyek yang letaknya relatif tak berjauhan seperti Telaga Remis, Taman Wisata Alam Linggrajati, Waduk Darma, Sangkanhurip, Desa Sitonjul, Curug Sidomba, Situs Purbakala Cipari, Cibulan.

Pepohonan tinggi besar yang hijau rimbun tumbuh subur di dalam lingkungan Balong Kramat Darmaloka, memberikan suasana teduh dan sejuk. Banyak pengunjung yang memilih duduk di bawah pohon besar menghirup segarnya udara yang bersih, seakan bebas polusi. Dewi dan Nugraha, temannya datang dari Cirebon. “Saya berulangkali ke sini. Udaranya bersih dan sangat sejuk” ucap Dewi. Andai tak banyak pengunjung; suasana disini membuat saya tenang, tambah Nugraha.

Selain dapat dijumpai tempat-tempat rekreasi seperti kolam renang yang berair jernih, pengunjung juga dapat melakukan terapi ikan dengan membeyar tiket masuk Rp.3000,- dengan waktu yang tak terbatas. Jika merasa haus atau lapar pedagang makanan atau minuman sangat mudah dijumpai karena banyak bertebaran di dalam lokasi.

infopublik/ agus s budiawanBagi yang ingin mencoba berwisata relegi pada hari-hari tertentu dapat menyambangi makam atau tempat Syekh Rama Haji Irengan menyucikan diri di tepi kolam yang diman air jernih mengalir gemericik di sela-sela batu-batu besar di bawah naungan pohon beringin yang rindang.

Setelah melakukan silaturahim di hari penuh bahagia seperti Idul Fitri yang baru saja berlalu atau untuk mengisi hari libur lainnya pilihan untuk mengunjungi obyek wisata dalam negeri sangat banyak. Namun bagaimana agar obyek wisata dalam negeri makin dicintai bangsanya sendiri? Faktor menjaga kebersihan agaknya menjadi yang utama. Menyiapkan tempat sampah dan membangun kesadaran pengunjung membuang sampah pada tempatnya harus ditingkatkan, agar tempat wisata tetap, bersih dan indah. Pengaturan tempat untuk tempat usaha atau berdagang makanan dan minuman harus diatur sebaik mungkin sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengunjung, disamping tetap menjaga tatanan ruang sesuai dengan estetika, serta keharmonisan alam.

Semoga saja obyek wisata di tanah air dapat menjadi pilihan utama bangsa sendiri.

Sumber : infopublik.id

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.