Pengenalan Jenis Jenis Ikan Tor

Oleh : Sidi Asih dan Jojo Subagja

Pendahuluan

Potensi ikan air tawar asli di Indonesia sangat besar  peringkat ke 3 di dunia setelah Afrika dan  Amerika Selatan.  Terdapat  kurang lebih   jenis       , keragaman jenis ikan di Pulau Sumatera terdapat 272 spesies endemik 30 spesies, Pulau Jawa 132 jenis endemik 12 spesies, Pulau Kalimantan 394 spesies endemik 149 spesies, Pulau Sulawesi 68 spesies endemik 52 spesies (Kottelat et al. 1993).  Baru beberapa jenis ikan lokal yang telah dimanfaatkan sebagai ikan  budidaya.  Ikan jenis Tor merupakan salah jenis ikan yang mempunyai  nilai ekonomis tinggi di luar dan dalam negeri saat ini.

Ikan Tor atau Mahseer termasuk subfamili Cyprinidae, famili Cyprinidae, ordo Cypriniformes. Ada beberapa nama daerah yang lazim untuk penamaan ikan Tor sp. yaitu : di Aceh disebut Kerling , di  Sumatera Utara disebut Jurung da Ihan untuk Neochillus sp. Di Jambi, Kerinci , Riau, Sumatera Barat  dan Selatan sebut Semah, ikan Garing untuk Tor douronensis. Di Kuningan, Sumedang, Majalengka (Jawa Barat), disebut dengan nama  Ikan Dewa, Kancra Bodas, di Bogor (Sungai Cisadane) disebut Soro, di Blitar (Jawa Timur) disebut Senggaring, di Jawa Tengah disebut Lempon, Kambangan. Di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat disebut ikan Lomi, sedang jenis Tor tambroides di Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah disebut sapan, semah putih, semah batu, ikan pemecah batu. Tor tambroides  dilaporkan tertangkap sampai ukuran 37 kg di Kapuas hulu.

Tor soro synonim Labeobarbus soro dan nama populer disebut Soro (Schuster dan Djajadiredja, 1952).  Soro dalam bahasa Jawa artinya sengasara, dalam relief Candi Borobudur karena ikan ini dulu hanya dikonsumsi oleh raja-raja dan barang siapa yang menangkap akan mendapat hukuman.  Didaerah Kuningan ikan Dewa ini juga dikeramatkan, sama seperti di Daerah Blitar, Jawa Timur. Sementara di Dolok Sirambe/mata air Aek  Sirambe daerah Balige, Toba Ihan (Tor Soro)  dilarang ditangkap kecuali sudah masuk danau Toba.

Saat ini Tor soro telah dirilis sebagai varieatas ikan dengan naman Torsoro sebagai ikan budidaya.

Mahseer secara umum  terdiri atas genus Tor  ada 21 spesies, genus Neolissochilus  ada 22 spesies, dan  Naziritor 1 spesies. Mahseer berasal dari bahan Urdu, Kasmir dan Pakistan yang terdiri dari kata maha artinya besar dan sir artinya harimau yang mempunyai makna harimau besar. Selain ukuran besar mempunyai kemampuan hidup di daerah pegunungan yang marginal yang susah dijangkau manusia dan dapat ukuran tubuhnya dapat  mencapai 54 kg dengan panjang 275 cm. Ada sebagaian yang mengartikan dari bahasa Hindi dimana masheer berasal kata mahāsir, mahāser, or mahāsaulā, mahi = ikan dan sher = ikan, juga di sebut sebagi salmon india ( Francis Buchanan-Hamilton in 1822).

Penyebaran mahseer mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos,  juga  Asia tenggara samapai  Iran, termasuk  India, Peninsula, Nepal, Pakistan, Bangladesh. Semua ikan genus Tor mempunyai nilai ekonomis tinggi sebagai ikan konsumsi, hias  dan beberapa negara dipakai sebagai ikan sport fishing. Populasi  ikan Tor semakin menurun disemua tempat dikarenakan beberapa faktor diantarnya agitasi dan desakan pembangunan lingkungan habita hidupnya di alam dan sungai. Salah penegelolaan suatu perairan salah satunya restocking jenis ikan pesaing. Seperti yang terjadi restocking ikan mas dan mujaira ke danau Toba Tahun 1942. Eksploitasi penangkapan yang berlebihan dengan alat  intensif dan obat-obatan. Pencemaran lingkungan kegiatan perkebunan dan pertambangan sehingga habitat perkembangbiakan menurun.

Habitat

Ikan Tor hidup secara bergerompol/ spolling di perairan yang mempunyai arus deras dan relung yang dalam  sungai yang kaya akan oksigen, lebih menyukai perairan yang jernih dengan kecerahan kurang dari 1 JTU dan daerah berbatu. Habitat berkembang biak pada perairan dangkal dengan dasar koral dan berpasir serta mempunyai aliran jernih dan terhindar ikan predator. Banyak ditemukan dialam ikan Tor memijah di daerah hulu di mata air dan gua dalam yang bermata air.  Ikan yang telah didomestikasi dapat dibesarkan dikolam dengan aliran air yang sedikit oksigen dan  tingkat kekeruhan yang lebih dari 2 JTU.

 Kebiasaan makan

Kebiasaan makan ikan Tor adalah omnivor memakan alga, juga serangga, crustacea, kodok, ikan kecil, biji-bijian dari tanaman serelaria serata , biji-biji tanaman keras yang banyak mengandung pati/karbohydrat serta memakan buah buahan.  Dalam keadaan lapar dapat terjadi yang ukuran ukuran yang lebih besar kanibal tergadap telur, larva, benih. Mudah beradaptasi tergadap pakan buatan dengan FCR 4 – 6 untuk budidaya pembesaran.  Biji-bijian yang lazim dikonsumsi adalah jagung, kacang kacangan dan tanaman riverian/ sisian sungai dan buah beringin, jabi-jabi.

Taksonomi

Ikan Tor diketahui mempunyai ciri khas bersisik besar dan dua mulut yang bisa disembulkan terdiri dari 2 tahap, berduri keras, bentuk  sreamline, memanjang. Dasar secara taksonomi  didasarkan pada variasi karakter bentuk morphologi, jumlah duri,  sirip, sisik, jumlah sisik linea lateris, sisik lingkar kepala dan warna.  Walau masih membingungkan namun secara syah yang ada dipakai sebagai dasar pembeda spesies. Pada ukuran benih umumnya duri sirip dada berwarna kuning dan akan menghilang saat mulai dewasa. Dalam ukuran benih masih sulit sekali membedakan pembedaan spesies, sehingga pembedaan spesies saat ini sudah banyak menggunakan marka genetika dengan penentuan variasi pita DNA.  Pembeda dalam karakter pita DNA dan marphologi yang khusus akan membedakan antar spesies dalam diagram pilogeniknya.

Jenis jenis mahseer dari genus  Tor

Terdapat 21 spesies ikan Tor yang terdiri dari :

  1. Tor ater, Roberts, 1999
  2. Tor barakae, Arunkumar & Basudha, 2003, Barakae mahseer
  3. Tor douronensis, Valenciennes, 1842, khela mahseeror river carp
  4. Tor hemispinus, Chen & Chu, 1985
  5. Tor kulkarnii, Menon, 1992,
  6. Tor khudree, Sykes, 1839, Black mahseerDeccan mahseer
  7. Tor laterivittatus, Zhou & Cui, 1996
  8. Tor macrolepis, Heckel, 1838, uncertain species
  9. Tor malabaricus, Jerdon, 1849, Malabar mahseer
  10. Tor polylepis, Zhou & Cui, 1996
  11. Tor progeneius, McClelland, 1839, Jungha mahseer
  12. Tor putitora, Hamilton, 1822, Himalayan mahseeror Golden mahseer
  13. Tor qiaojiensis, Wu, 1977
  14. Tor remadevii, Madhusoodana Kurup & Radhakrishnan, 2011
  15. Tor sinensis, Wu, 1977, Chinese mahseer
  16. Tor soro, Valenciennes, 1842
  17. Tor tambra, Valenciennes, 1842
  18. Tor tambroides, Bleeker, 1854, Malayan mahsheer
  19. Tor tor, Hamilton, 1822, Red-finned mahseerShort-gilled mahseeror Deep-bodied mahseer
  20. Tor yingjiangensis, Chen & Yang, 2004
  21. Tor yunnanensis, (Wang, Zhuang & Gao, 1982)

Jenis –jenis ikan mahseer  genus Neolissochilus

  1. Neolissochilus baoshanensis, (Chen & Yang, 1999)
  2. Neolissochilus benasi, (Pellegrin & Chevey, 1936)
  3. Neolissochilus blythii, (Day, 1870)
  4. Neolissochilus compressus, (Day, 1870)
  5. Neolissochilus dukai, (Day, 1878)
  6. Neolissochilus hendersoni, (Herre, 1940)
  7. Neolissochilus heterostomus, (Chen & Yang, 1999)
  8. Neolissochilus hexagonolepsis, (McClelland, 1839), Chocolate mahseer
  9. Neolissochilus hexastichus, (McClelland, 1839), Brown mahseer
  10. Neolissochilus longipinnis, (Weber & de Beaufort, 1916)
  11. Neolissochilus namlenensis, (Nguyen & Doan, 1969)
  12. Neolissochilus nigrovittatus, (Boulenger, 1893)
  13. Neolissochilus paucisquamatus, (Smith, 1945)
  14. Neolissochilus soroides, (Duncker, 1904)
  15. Neolissochilus spinulosus, (McClelland, 1845)
  16. Neolissochilus stevensonii, (Day, 1870)
  17. Neolissochilus stracheyi, (Day, 1871)
  18. Neolissochilus subterraneus, Vidthayanon & Kottelat, 2003
  19. Neolissochilus sumatranus, (Weber & de Beaufort, 1916)
  20. Neolissochilus theinemanni, (Ahl, 1933)
  21. Neolissochilus tweediei, (Herre & Myers, 1937)
  22. Neolissochilus vittatus, (Smith, 1945)

Untuk genus Naziritor

Jenis –jenis ikan Tor di Indonesia

Samapai saat ini telah terindentikiasi ada 4 jenis ikan Tor yaitu

  1. Tor soro atau ikan Torsoro, ikan Dewa, Tambra, Kancra bodas, Lempon penyebarannya Jawa tengah, Jawa barat, Sumatera Utara, Aceh  dan Kalimantan
  2. Tor tambroides atau sapan, semah putih, penyebarannya Kerinci, Bengkulu, Kalimantan.
  3. Tor douronensis dengan nama lokal Semah,  Ikan Garing  penyebaranya Sumatera Barat,  Sumetera Selatan, Kengkulu, Jambi dan Kerinci.
  4. 4. Tor tambra dsebut Tambra, Tengkareng, Senggaring, penyebaranya Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Yang belum diidentifikasi :

Lempon, Kambangan (Jawa Tengah) mempunyai warna hitam bergaris hitam memanjang  di sirik dan kulit sepanjang lenea lateris, Tambra merah ( Sambas, Kalimantan Utara dan Jawa Barat) yang mempunyai warna merah dari kepala sampai ekor dan Semah Ekor merah (Jawa Barat, Aceh) mempunyai ciri khas sirip dan ekor berwarna merah.

Jenis jenis dari  genus Neolissochilus  atau Ihan

  1. Neolissochilus theinemanni, (Ahl, 1933)
  2. Neolissochilus longipinnis, (Weber & de Beaufort, 1916)
  3. Neolissochilus sumatranus, (Weber & de Beaufort, 1916)

Penyebaran danau Toba dan Aceh, namun saat ini sudah sulit diketemukan.

Indentifikasi ikan Tor  yang digunakan di Indonesia

Kunci identifikasi Weber & Beaufort 1961

  1. Bibir bawah tanpa cuping (rata), panjang sirip anal lebih pendek daripada sirip dorsal – Tor  soro
  2. Bibir bawah terdapat cuping yang mencapai sudut mulut – Tor  tambroides

Cuping bibir bawah tidak mencapai sudut mulut:

  1. Jari jari terakhir sirip dorsal yang mengeras panjangnya sama dengan panjang kepala tanpa moncong – Tor douronensis
  2. Jari jari terakhir sirip dorsal yang mengeras lebih pendek daripada panjang kepala tanpa moncong – Tor tambra

Perbedaan cuping Tor (Kottelat, M., A.J. Whitten, S.N. Kartikasari and S. Wirjoatmodjo. 1993.

  1. Tor soro
  • Sirip dorsal: 3 duri dan 8-9 jari-jari lemah
  • Sirip anal: 3 duri dan 5 jari-jari lemah
  • Sirip dada: 1 duri dan 14-16 jari lemah
  • Sirip perut : 2 duri dan 8 jari-jari lemah
  • LL 24-28 bh
  • Tinggi tubuh: 3,4 -3,8 dari SL
  • Panjang kepala: 4,3 dari SL
  • Diameter mata 4 HL,
  • Sirip anal membulat dan tidak mencapai ekor
  • Bibir bawah tanpa cuping (rata), panjang sirip anal lebih pendek daripada sirip dorsal
  1. Tor tambroides

  • Sirip dorsal: 3 duri dan 9-10 jari-jari lemah
  • Sirip anal: 3 duri dan 5 jari-jari lemah
  • Sirip dada: 1 duri dan 15-16 jari lemah
  • Sirip perut : 2 duri dan 8 jari-jari lemah
  • LL 23-24 bh
  • Tinggi badan: 3 dari SL
  • Panjang kepala: 3,6 – 3,8 dari SL
  • Diameter mata 4-5 HL, dan   1 ½  – 2  terhadap jarak antar mata
  • Sirip anal membulat dan tidak mencapai ekor lebih rendah dibandingkan dengan sirip dorsal
  • Bibir bawah terdapat cuping yang mencapai sudut mulut.
  1. Tor douronensis

  • Sirip dorsal: 3 duri dan 9 jari-jari lemah
  • Sirip anal: 3 duri dan 5 jari-jari lemah
  • Sirip dada: 1 duri dan 16 jari lemah
  • Sirip perut : 2 duri dan 8 jari-jari lemah
  • LL 21-24 bh
  • Tinggi badan: 3,2 – 3,3  dari SL
  • Panjang kepala: 4– 4,2 dari SL
  • Diameter mata 4 ½ – 5 HL, dan   1 ½  – 2  terhadap jarak antar mata
  • Sirip anal membulat dan tidak mencapai ekor lebih rendah dibandingkan dengan sirip dorsal
  1. Tor tambra

  • Sirip dorsal: 3 duri dan 9 jari-jari lemah
  • Sirip anal: 3 duri dan 5 jari-jari lemah
  • Sirip dada: 1 duri dan 16 jari lemah
  • Sirip perut : 2 duri dan 8 jari-jari lemah
  • LL 19 -21 bh
  • Tinggi badan: 3,1 – 3,2  dari SL
  • Panjang kepala: 3,8– 4,1 dari SL
  • Diameter mata 4,6 – 5 HL, dan   1 ½  – 2  terhadap jarak antar mata
  • Jari jari terakhir sirip dorsal yang mengeras lebih pendek daripada panjang kepala tanpa moncong

Sumber  bacaan :

  1. Froese, Rainer, and Daniel Pauly, eds. (2008). Species of Tor in FishBase. April 2008 version.
  2. Froese, Rainer, and Daniel Pauly, eds. (2008). Species of Neolissochilus inFishBase. April 2008 version.
  3. Froese, Rainer, and Daniel Pauly, eds. (2008). Species of Naziritor inFishBase. April 2008 version.
  4. Sen TK, Jayaram KC, 1982. The Mahseer Fish of India – a Review. Rec. Zoological Survey of India. Misc. Publ. Occasional Paper 39, 38p.
  5. Menon AGK, 1992. Taxonomy of mahseer fishes of the genus Tor Gray with description of a new species from the Deccan. J. Bombay Nat. Hist. Soc. 89 (2):210–228
  6. Roberts TR (1999). “Fishes of the cyprinid genus Tor in the Nam Theun watershed, Mekong Basin of Laos, with description of a new species”Raffles Bulletin of Zoology 47 (1): 225–236.
  7. Jha, B.R. & Rayamajhi, A. (2010). Tor putitoraIUCN Red List of Threatened Species. Version 2012.2International Union for Conservation of Nature. Retrieved 12 March 2013.
  8. Ogale, S.N. 2002 Mahseer breeding and conservation and possibilities of commercial culture. The Indian experience. In T. Petr and D.B. Swar (eds.) Cold Water Fisheries in the Trans-Himalayan Countries. FAO Fish. Tech. Pap. 431.
  9. Mohindra, V., Khare, Praveen., Lal, K. K., Punia, P., Singh, R. K., Barman, A. S., and Lakra, W. S. (2007). “Molecular discrimination of five Mahseer species from Indian peninsula using RAPD analysis”Acta Zoologica Sinica 53 (4): 725–732.
  10. Cordington, K. De. B. 1939. Notes on Indian Mahseer. Journal of Bombay Natural History Society. 46: 336–334
  11. Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2013). Tor putitora in FishBase. March 2013 version.
  12. Yule, Henry, Sir. Hobson-Jobson: A glossary of colloquial Anglo-Indian words and phrases, and of kindred terms, etymological, historical, geographical and discursive. New ed. edited by William Crooke, B.A. London: J. Murray, 1903.
  13. Froese, Rainer, and Daniel Pauly, eds. (2012). Species of Tor in FishBase. November 2012 version.
  14. Froese, Rainer, and Daniel Pauly, eds. (2012). Species of Neolissochilus inFishBase. November 2012 version.
  15. Froese, Rainer, and Daniel Pauly, eds. (2012). Species of Naziritor inFishBase. November 2012 version.
  16. Nautiyal, Prakash, ed. 1994.Mahseer: The Game Fish. Natural History, Status and Conservation Practices in India and Nepal. Rachna.
  17. Silas, E. G., Gopalakrishnan, A., John, L., and Shaji, C. P.. 2005. Genetic identity ofTor malabaricus (Jerdon) (Teleostei: Cyprinidae) as revealed by RAPD markers. Indian journal of fish. 52(2): 125–140.
  18. Rainboth, W. J. 1985.Neolissochilus, a new group of South Asia Cyprinid  Beaufortia. 35(3): 25–35.
  19. Mirza, M. R., and Javed, M. N. 1985.A note on Mahseer of Pakistan with the description of Naziritor, a new subgenus (Pisces: Cyprinidae). Pakistan Journal of Zoology. 17: 225–227.
  20. Arunkumar; & Ch. Basudha. 2003.Tor barakae, a new species of mahseer fish (Cyprinidae: Cyprininae) from Manipur, India.  4(2): 271–276.
  21. Ambak,M.A., Ashraf,A.H. and Budin,S. 2007. Conservation of the Malaysian Mahseer in Nenggiri Basin through Community Action. In: Mahseer, The Biology, Culture and Conservation. Malaysian Fisheries Society Occasional Publication No.14, Kuala Lumpur 2007:217–228
  22. National Agricultural Technology Project, 2004. Germplasm inventory, evaluation and gene banking of freshwater fishes. World Bank funded Project MM, No: 27/28/98/NATP/MM-III, 18-32p. National Bureau of Fish Genetic Resources, Lucknow India.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *